Thursday, 9 May 2013

Ikan Pemanah (Archerfish)

Ikan pemanah dikenal dengan keunikannya: kemampuan menembak di udara. Mereka menembak menggunakan "panah" yang terbuat dari air, diarahkan ke mangsa yang berada beberapa kaki di atas permukaan air.

IKAN PEMANAH
Klasifikasi Ilmiah
Kerajaan:Animalia
Filum:Chordata
Kelas:Actinopterygii
Bangsa:Perciformes
Suborder:Percoidei
Suku:Toxotidae
Marga:Toxotes
Cuvier, 1816


Habitat

Ikan pemanah, atau dalam bahasa Inggrisnya archerfish, merupakan jenis ikan tropis yang tersebar di pantai India, Myanmar, Malaysia, Filipina, Hindia Timur, dan Thailand. Ikan pemanah bisa ditemukan di air asin, biasanya di sekitar pinggir pantai, dan juga di air payau dan air tawar. Mereka seringkali ditemukan di sekitar permukaan air, disebabkan oleh metode bertahan hidupnya.


Ikan pemanah memiliki sisik berwarna putih berbelang hitam. Pada usia dewasa mereka biasanya berukuran di bawah 16 cm (6 1/4 inci), namun dalam ukuran maksimumnya bisa mencapai 40 cm (16 inci). Matanya bisa digerakkan, memiliki rahang yang meruncing membentuk segitiga.

Makanan

Ikan pemanah memakan hewan hidup yang berada di ranting dekat permukaan air, umumnya mereka memangsa serangga. Mereka memangsa serangga dengan cara menembakkan air kepada serangga dengan mulutnya, kemudian memakan serangga yang jatuh ke atas permukaan air. Bidikan ikan pemanah seringkali tepat sasaran, dan biasanya hanya dapat dilakukan satu kali pada saat makan.

Ikan ini menembakkan air dengan menggunakan insangnya. Air yang berada dalam mulut, kemudian diluncurkan dengan menekan insang. Kemudian air ini mengalir melewati saluran di rongga mulutnya, hingga air melesat keluar dikendalikan oleh lidahnya yang berfungsi sebagai katup. Tembakan air ikan pemanah bisa mencapai jarak 1,5 meter (5 kaki) di udara.

Spesies

Dalam genus Toxotes terdapat 7 spesies, yaitu:
  • Toxotes blythii (Boulenger, 1892), ikan pemanah zebra.
  • Toxotes chatereus (Hamilton, 1822), ikan pemanah besar.
  • Toxotes jaculatrix (Pallas, 1767), ikan pemanah berpita.
  • Toxotes kimberleyensis (Allen, 2004).
  • Toxotes lorentzi (Weber, 1910), ikan pemanah primitif.
  • Toxotes microlepis (Gunther, 1860), ikan pemanah kecil.
  • Toxotes oligolepis (Bleeker, 1876), ikan pemanah barat.

Sunday, 5 May 2013

Supernova: Partikel


Supernova: Partikel merupakan buku keempat dari rangkaian serial Supernova karangan Dewi Lestari, atau yang lebih akrab disebut Dee. Partikel terbit pada bulan April 2012 setelah sempat vakum selama 8 tahun semenjak buku ketiganya,  Petir pada tahun 2004. Dua serial lainnya bertajuk Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh (buku pertama) dan Akar (buku kedua).

Berbagai info menarik dikupas sesuai dengan bahasa Dee seperti biasa. Mulai dari pengetahuan mengenai sains dan kerajaan fungi, isu-isu Bumi dan lingkungan, mitologi kuno dari kisah Adam dan Hawa sampai kitab Tibet, orangutan, hingga ilmu fotografi dibahas mendalam dalam buku Supernova: Partikel, membuat pembaca tidak kehabisan topik untuk dicari tahu lebih lanjut ataupun direnungkan sendiri.

SAMPUL


Serial terdahulu Supernova memiliki sampul depan yang berbeda dengan sampul yang telah dicetak ulang pada tahun 2012. Pada versi baru, tiap buku ditampilkan berlatar hitam, dengan satu simbol yang merepresentasikan kisah tokoh utama di balik novel.

http://www.rankopedia.com/CandidatePix/64632.gif
Dalam video youtube yang diunggah oleh Dee, ia menyampaikan makna dari simbol yang tertera di sampul Partikel. Simbol untuk Supernova: Partikel adalah simbol yang mewakili Planet Bumi secara astronomis. Simbol bumi ini berhubungan dengan karakter Zarah dalam Partikel yang digambarkan sebagai sosok yang dekat dengan alam dan bersifat keibuan.

SINOPSIS

*Spoiler alert!!

Zarah Amala lahir dan dibesarkan di Batu Luhur, Bogor, oleh ayahnya, Firas, yang merupakan dosen sekaligus ahli mikologi di Institut Pertanian Bogor. Karena ketidakpercayaannya terhadap sistem pendidikan resmi, Firas mendidik Zarah secara privat dengan berbagai ilmu pengetahuan, khususnya fungi. Minat mendalam Firas terhadap Bukit Jambul, sebuah lokasi angker yang ditakuti warga kampung, juga menimbulkan misteri besar bagi istri Firas dan seisi warga kampung. 

Suatu hari, Firas menghilang secara misterius, meninggalkan Zarah yang menemukan berbagai dokumen aneh hasil riset ayahnya. Dengan segala rasa penasaran dan rindu pada sang ayah, Zarah memulai mempelajari setiap dokumen ayahnya dan memutuskan untuk bersekolah. Di sekolah, walau memiliki prestasi luar biasa dalam ilmu sains, Zarah sering menimbulkan masalah dalam matapelajaran agama.

Kekecewaan Zarah terhadap ibunya ketika membakar berkas satu-satunya jejak peninggalan ayahnya mengawali pemberontakan dan perjalanan panjang Zarah. Mulai dari bekerja sebagai guru kursus Bahasa Inggris, kemudian berpindah ke Kalimantan sebagai pengurus kamp konservasi orangutan, hingga mengalami manis-pahitnya cinta, persahabatan, dan pengkhianatan di London. Lalu setelah lama berkarir sebagai fotografer wildlife di berbagai pelosok negeri, Zarah pun akhirnya menemukan titik terangnya di sebuah kota spiritual yang bernama Glastonbury.

Di Bandung, Elektra dan Bodhi yang menjadi tokoh utama dalam dua seri sebelumnya akhirnya bertemu dan mulai menyadari diri mereka masing-masing.

KUTIPAN


  • "Namun di detik pertama kita meluncur keluar, perjudian hidup dimulai. Taruhanmu adalah rasa percaya yang kaulego satu per satu demi sesuatu bernama cinta. Aku penjudi yang buruk. Aku tak tahu kapan harus berhenti dan menahan diri. Ketika cinta bersinar menyilaukan mata, kalang kabut aku serahkan semua yang kumiliki. Kepingan rasa percaya bertaburan di atas meja taruhanku. Dan aku tak pernah membawa pulang apa-apa." (hlm 8) 
  • ""DNA-mu 99,6 persen identik dengan simpanse. Hanya beda 0,4 persen. Bahkan, selisih genetika antara simpanse dan gorilla itu 1,8 persen. Carolus Linnaeus bikin istilah hominidae untuk manusia dan memisahkan simpanse dengan kata pongidae gara-gara dia takut dimarahi pihak gereja. Jadi, kita ini binatang, Zarah. Binatang yang berkemampuan linguistik tinggi karena punya Area Borca."" (hlm 19)
  • ""Jangan pisahkan dirimu dari binatang, ... Biar kamu tidak sombong jadi manusia,"" (hlm 21)
  • "Namun, dengan cepat hidup mengajariku pelajaran paling penting: tiada yang abadi di muka Bumi." (hlm 28)
  • "Ibu menudingnya gila karena menjadikan anak sendiri sebagai kelinci percobaan. Ayah membalas, lebih gila lagi orang yang menjadikan anak orang sebagai kelinci percobaan dari sistem yang sudah ketahuan tidak menghasilkan apa-apa selain robot penghafal." (hlm 50)
  • ""Semua pertanyaan selalu berpasangan dengan jawaban. Untuk keduanya bertemu, yang dibutuhkan cuma waktu."" (hlm 69)
  • ""Kita, manusia, adalah virus terjahat yang pernah ada di muka Bumi. ... Bukan karena manusia pada dasarnya jahat, melainkan karena hampir semua manusia hidup dalam mimpi. Mereka pikir mereka terjaga, padahal tidak."" (hlm 71)
  • ""Kamu menyembah apa?" (Kemudian Zarah menjawab,) "Jamur."" (hlm 98)
  • "Mengapa mereka marah? Mengapa mereka harus merasa terancam? Apa yang sebegitu salahnya dengan tulisan Ayah? Kenapa berbeda menjadi begitu menakutkan? Aku berpikir dan berpikir. Dan tetap aku gagal memahami." (hlm 105)
  • "Koso dianggap bodoh karena kelainan otak, dan kali ini aku tidak akan membiarkan ketidaktahuan orang-orang menghancurkan hidupnya." (hlm 120)
  • ""Untuk membuktikan, orang butuh bertanya, Abah. Kalau cuma diam dan menunggu, bagi saya, itu yang bodoh."" (hlm 130)
  • ""Kalau memang Allah ada, biar saja Allah yang bantu saya. (...) Kita nggak harus ribut terus kayak begini."" (hlm 130)
  • "Mengapa kata "agama" dan "Tuhan" menyulut api dalam setiap hati orang yang kutemui? Dan sungguh aku muak dengan kata satu itu. Ateis. Bagiku, ini bukan soal percaya atau tidak percaya, melainkan tidak adanya kesempatan untuk mempertanyakan." (hlm 131)
  • ""Kalau lawan bicaramu mendengar dengan sepenuh hati, beban pikiranmu menjadi ringan. Kalau kamu malah tambah ruwet, meski yang mendengarkanmu tadi seolah serius mendengar, berarti dia tidak benar-benar hadir untukmu."" (hlm 160)
  • "Dengan naifnya, manusia berusaha mengembalikan hutan kembali seperti sedia kala. Di mataku, kegiatan ini cuma simbolis, sekadar pelipur bagi rasa bersalah kita yang telah merampas sedemikian banyak dari alam." (hlm 190)
  • "Alam tidak pernah berbasa-basi. Dengan jujur dan tanpa kompromi, alam menunjukkan bahwa terkadang kita harus mati demi memperjuangkan tujuan yang lebih besar." (hlm 194)
  • ""Saya percaya, rumah itu ditemukan di dalam. ... Kalau di dalam damai, semua tempat bisa jadi rumah kita."" (hlm 213)
  • "Dalam tindakan terkecilnya sekalipun, manusia selalu dibayangi motivasi sosial, manusia butuh justifikasi dari lingkungannya, orangutan tidak. (...) Kita gemar menguji cinta. Orangutan tidak. Ikatan orangutan terjadi sekali dan bertahan selamanya." (hlm 220)
  • ""Yang penting itu bukan kameranya. Tapi orang yang di belakang kamera."" (hlm 238)
  • "Akhirnya kumengerti betapa rumitnya konstruksi batin manusia. Betapa sukarnya manusia meninggalkan bias, menarik batas antara masa lalu dan masa sekarang. Aku kini percaya, manusia dirancang untuk terluka." (hlm 264)
  • "Terpisah sekian jauh dari Khatulistiwa membuatku tersadar betapa mewahnya hidup bermandi matahari." (hlm 291)
  • "Kita cuma penumpang." (hlm 302)
  • "(...) ada bagian dari otakmu yang akan selalu merasionalisasikan kebinatanganmu, hasrat tubuhmu yang sudah matang dan memang siap dan ingin disetubuhi, dengan banjiran konsep muluk seperti jatuh cinta, asmara, dan entah apa lagi..." (hlm 321)
  • "Waxing dan threading adalah metode siksa bagi tahanan perempuan dari masa primitif yang dengan misteriusnya bertahan sampai sekarang. Semacam pemanasan sebelum siksa neraka." (hlm 350)
  • "Ada bahasa rasa yang bersuara lantang, yang hidup dan mampu keluar dari gambar, menjangkau hati. Menyentuhnya." (hlm 359)
  • "Cintaku kepada Storm menembus batasan waktu. Menembus batasan akal. Karena itulah, aku buta. Tak kulihat apa yang seharusnya sudah lama terlihat." (hlm 369)
  • "Pengkhianatan ada dalam batin setiap manusia, hanya menunggu momen yang tepat untuk menyeruak, dirayakan, dan diamini sebagai titik lemah dari kemanusiaan." (hlm 370)
  • "Alam bebas ... tempatku berlindung dari figur-figur seperti Brutus, Iago, Macbeth, Yudas Iskariot. Figur yang menurutku hanya akan muncul jika sudah terlampau lama kita berbaur dengan manusia-manusia modern yang politis, beragenda, dan berdrama." (hlm 374)
  • "Siapa pun yang melihat wujud Pacific Trash Vortex akan merasa Bumi ini tidak punya masa depan, demikian opini yang beredar. ... Kami adalah virus. Virus akan membunuh hingga inangnya mati dan ia iikut binasa." (hlm 376)
  • ""For them, coming here it's a spiritual retreat. For us, it's business."" (hlm 384)
  • ""Psikoanalisis cuma bisa menggaruk permukaan, Zarah. Sementara yang perlu diselami itu ibaratnya lebih dalam dari palung laut."" (hlm 410)
  • ""Intention speaks louder than any code."" (hlm 433)
  • ""Bagi saya, 'tidak ada' pun adalah jawaban."" (hlm 439)
  • "Inilah rasa nyaman pertama yang kurasakan sepanjang perjalanan Iboga. ... Menerima bahwa tak mungkin aku sanggup melindungi semua orang yang kucinta." (hlm 454)
  • "Menjadi kuat bukan berarti kamu tahu segalanya. Bukan berarti kamu tidak bisa hancur. Kekuatanmu ada pada kemampuanmu bangkit lagi setelah berkali-kali jatuh. (...) Your strength is simply your will to go on." (hlm 462)
  • ""Kematian adalah gerbang petualangan baru. ... Hidup bukan cuma terbatas yang kita alami sekarang ini saja. Ini hanya sekelumit dari berbagai bentuk kehidupan lain."" (hlm 468)
  • "Inspirasi akan memilih inangnya. Seperti jodoh, ketika bertemu dan pas, terjadilah perkawinan, dan muncullah entitas baru. Sebuah inspirasi memilih saya sebagai inangnya, dan lahirlah entitas berbentuk novel serial yang berjudul Supernova." (hlm 492, Dari Penulis)

SUMBER

  • Dee. (2012). Partikel: Supernova. Penerbit: Bentang Pustaka.

Tuesday, 23 April 2013

Formikarium

http://1.bp.blogspot.com/_dU47wOrI1VQ/TTm4LGjB5II/AAAAAAAAAJk/i4u0vzMctHU/s1600/AntFarmRetouch.jpg

    DEFINISI


    Formikarium [formicarium] adalah vivarium yang didesain khusus untuk mempelajari kolonisasi semut dan bagaimana semut berperilaku. Orang yang mempelajari perilaku semut disebut sebagai myrmekolog [myrmecologist].

    Istilah populer lain dari formikarium adalah ladang semut [ant farm].

    SEJARAH

    • Formikarium pertama kali dijual secara komersil pada tahun 1929.
    Frank Austin dengan formikariumnya.
    • Pada 1931, formikarium dipatenkan oleh Frank Austin, seorang penemu dan profesor di Thayer School of Engineering, Dartmouth College. Formikarium yang dibuat Austin berisi berbagai fitur yang terbuat dari kayu dan gambaran, lubang semut, ladang, dan berbagai tatanan lainnya di atas tanah.
    • Pada 1956, Milton Levine mengkomersiilkan formikarium versinya sendiri, yang dia beri nama "Ladang Semut."

    MILTON LEVINE - LADANG SEMUT

    Milton Levine
      • Levine dibesarkan di Pittsburgh.
      • Levine kecil senang menangkap semut dari ladang pamannya, dan kemudian semut itu dimasukkan ke dalam stoples yang diisi pasir.
      • Ketika dewasa, Levine bekerja melayani Jerman dalam Perang Dunia II sebagai sersan di bagian teknis untuk membangun jembatan yang akan digunakan tentara penyerang dari Patton.
      • Ketika perang berakhir, Levine dan saudara iparnya memulai bisnis order yang menjual mainan baru. Perusahaannya dinamakan E. Joseph Cosman & Company, namun kemudian lebih dikenal dengan nama Cossman and Levin Company.
      • Pada 1956, di hari kemerdekaan Amerika Serikat, Levine datang pada acara barbeque di rumah Cossman. Ia menyaksikan sekumpulan semut berjalan melintasi kolam renang dan teringat kenangan masa kecilnya. Dari situlah ia mulai terpikir ide membuat formikariumnya sendiri.
      • Formikarium pertama yang dibuatnya dijual seharga $1.98.
      • Ladang Semut terbuat dari kotak plastik bening, pasir, dan semut. Produk ini diiklankan di Los Angeles Times, menimbulkan minat yang besar dari pembeli, sehingga mereka menciptakan tema yang lebih luas, yaitu kerangka dekorasi seni penghijauan [green art deco frame].
      • Di atas tanah formikarium, dibangunkanlah gudang, lumbung, hewan-hewan ladang, dan kipas angin agar sesuai dengan tema ladang.
      • Bahan pasir diganti dengan kerikil vulkanik putih.
      • Perusahaan ini mempekerjakan Kenneth Gidney sebagai penangkap semut mereka selama 30 tahun.
      • Pada 1966, Levine menguasai perusahaannya sendiri dan membeli penuh saham Cossman. Kemudian nama perusahaannya diganti menjadi Uncle Milton's Ant Farm.
      • Pada 2006, Uncle Milton telah menjual lebih dari 20 juta ladang semut.
    http://www.antstuff.net/assets/images/antworks_illuminited02.jpg
      • Terdapat berbagai jenis ladang semut hingga sekarang, dari tema safari hingga tema angkasa. Ada juga yang bergaya gel dan glow-in-the-dark.

    SUMBER: